Tahun Baru Muharram tidak hanya menjadi momen penting dalam kalender Islam, tetapi juga memberikan peluang bagi umat muslim untuk merenungkan sejarah dan memberikan sumbangsih positif bagi peradaban dunia. Dalam pandangan TQN Suryalaya, peringatan tahun baru Muharram bukan hanya tentang mengenang awal perjalanan agama Islam, tetapi juga mengenai bagaimana umat Islam masa kini dapat berperan aktif dalam perkembangan peradaban Islam yang sehat dan berbudaya.
Sejarah panjang Islam yang dimulai 14 abad lalu dengan dakwah tauhid oleh Nabi Muhammad SAW di tengah era "the darkest age" bagi bangsa Romawi dan Yunani membawa peradaban baru yang bermula dari jazirah Arab. Keberhasilan dakwah ini membuka pintu peradaban yang melahirkan berbagai dinasti seperti Umayyah, Abbasiyah, dan Usmaniyah. Para ilmuan modern saat ini semakin mengakui sumbangsih besar Islam dalam membentuk dunia modern.
Kini, di era modern ini, ideologi-ideologi besar seperti komunisme dan kapitalisme mulai meredup, sementara ideologi Islam mulai tumbuh dan berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Amerika. banyak para tokoh politik dunia mulai mengungkapkan fenomena ini, dan merupakan tantangan yang harus bisa dijawab oleh kita umat Islam. Saya selaku bagian kecil dari ikhwan TQN Suryalaya, dan juga sebagai bagian dari umat Islam yang berkomitmen dalam mendakwahkan Islam Rahmatan lil'alamin, memiliki tanggung jawab besar dalam memainkan peran dalam perkembangan peradaban Islam.
KH. Wahfiudin Sakam, M.B.A, Wakil Talqin TQN Pondok Pesantren Suryalaya, menekankan pentingnya peran aktif dari para ikhwan TQN Suryalaya dalam mewujudkan peradaban Islam yang sehat dan berkualitas. Ada dua poin utama yang ditekankan oleh beliau:
Pertama, membersihkan hati melalui dzikir, terutama dzikir zahar "La ilaha illallohu" juga dzikir-dzikir TQN lainnya. Dengan mengingat Allah secara konsisten, hati menjadi lebih suci dan tercerahkan, membantu individu dalam membangun hubungan yang lebih baik dengan Tuhan dan akan menjadikan kedamaian sesama manusia.
Kedua, membersihkan pikiran melalui asupan makanan yang halal dan bergizi. Kesehatan pikiran memiliki dampak yang besar pada kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan yang seimbang dan menjauhi makanan cepat saji (fast food) serta merokok. Sayangnya, sebagian besar masyarakat Indonesia, sekitar 60%, masih menghadapi kendala dalam memilih makanan yang bergizi. Hal ini lebih merupakan masalah pilihan dan pemahaman daripada keterbatasan.
Terkait "rokok", Kyai Wahfi menyampaikan kritik tegas kepada para ikhwan TQN Suryalaya yang masih merokok. menurutnya rokok adalah bagian dari gaya hidup yang tidak sehat. Ikhwan perokok tidak mengikuti sifat Abah Anom yang tidak pernah merokok. Bahkan secara satire beliau mengibaratkan da'i selalu mengajak berdzikir, berdo'a bahkan meminta berkah air do'a kepada para wali untuk kesehatannya, tapi kalo makanannya jorok, tetap merokok, maka itu sama saja seperti menghina para wali tersebut, karena tidak selaras antara keinginan dan gaya hidup yang dilakukan.
Saya terkagum dengan penyampaian materi khidmat ilmiah dari Kyai Wahfi tersebut, karena ternyata belajar mengamalkan tarekat itu tidak hanya dizkir dan amalan riyadhoh ansich, tapi harus jelas kontribusi kita bagi peradaban manusia. Saya yakin ajaran TQN Suryalaya mengajak umat Islam untuk kembali kepada alam yang sehat dan bergizi. Makanan yang penuh dengan bahan kimia dapat merusak kesehatan fisik dan mental manusia. Dalam konteks ini, ayat-ayat yang mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh juga harus dihayati dengan baik, sehingga gaya hidup sehat dan pilihan makanan yang baik dapat mendukung peradaban Islam yang kuat dan berbudaya. Bahkan ayat 24 QS Abbasa menyampaikan kepada kita manusia untuk selalu memperhatikan makanan yang kita konsumsi: فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ. serta ayat lain QS. Al-Baqarah (168) memerintahkan kita untuk makan makanan yang halal dan thayyib (bergizi): يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا.
Saya terkagum dengan penyampaian materi khidmat ilmiah dari Kyai Wahfi tersebut, karena ternyata belajar mengamalkan tarekat itu tidak hanya dizkir dan amalan riyadhoh ansich, tapi harus jelas kontribusi kita bagi peradaban manusia. Saya yakin ajaran TQN Suryalaya mengajak umat Islam untuk kembali kepada alam yang sehat dan bergizi. Makanan yang penuh dengan bahan kimia dapat merusak kesehatan fisik dan mental manusia. Dalam konteks ini, ayat-ayat yang mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh juga harus dihayati dengan baik, sehingga gaya hidup sehat dan pilihan makanan yang baik dapat mendukung peradaban Islam yang kuat dan berbudaya. Bahkan ayat 24 QS Abbasa menyampaikan kepada kita manusia untuk selalu memperhatikan makanan yang kita konsumsi: فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ. serta ayat lain QS. Al-Baqarah (168) memerintahkan kita untuk makan makanan yang halal dan thayyib (bergizi): يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا.
Pesan yang diusung oleh TQN Suryalaya pada momentum Tahun Baru Muharram 1445 H. adalah panggilan untuk menjaga kesucian hati melalui dzikir dan membersihkan pikiran melalui asupan makanan yang baik dan bergizi. Dengan demikian, umat Islam dapat menjadi kontributor aktif dalam membangun peradaban Islam yang sehat, kuat, dan penuh budaya, sejalan dengan nilai-nilai yang dianut oleh TQN Suryalaya. Semoga perayaan Tahun Baru Muharram kali ini menjadi momentum awal yang menginspirasi langkah-langkah positif dalam menghadirkan perubahan yang baik bagi peradaban Islam dan dunia secara keseluruhan, khususnya bagi seluruh ikhwan TQN Suryalaya.
* Penulis: Asep Maulana Rohimat, M.S.I (santri pondok Pesantren Suryalaya)
*Tulisan ini adalah catatan refleksi atas khidmah ilmiah yang disampaikan oleh KH. Wahfiudin Sakam, M.B.A pada manaqib Sulthon Auliya Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani di Pondok Pesantren Suryalaya pada 11 Muharram 1445 H.
rekaman lengkap manakib bulan Muharram 1445 bisa disimak dalam kanal berikut: https://www.youtube.com/watch?v=k_rUq1nyYPM
